VISI BKM ANUNTODEA

"MEWUJUDKAN MASYARAKAT SEJAHTERA YANG MANDIRI DENGAN PENATAAN LINGKUNGAN YANG SEHAT DAN ASRI"



Minggu, 24 Oktober 2010

SINERGISITAS PJM PRONANGKIS DENGAN RPJM DI KELURAHAN DONGGALA KODI KOTA PALU PROPINSI SULAWESI TENGAH

Disampaikan oleh Johnny Djohan (Kordinator BKM Anuntodea)sebagai pembicara pada seminar Keberlanjutan PNPM Mandiri tgl 22 Okt di Hotel Sultan Jakarta

I. PENDAHULUAN
a. Latar Belakang
Kelurahan Donggala Kodi terbentuk berdasarkan UU No. 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa/Kelurahan yang ditindak lanjuti dengan peraturan Menteri Dalam Negeri No. 2 Tahun 1980 dan Peraturan Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah No. 8 Tahun 1981, dimana Kepala Kelurahan Pertama pada saat itu adalah Bapak Djumadi Rampebibo yang menjabat dari tahun 1981 sampai dengan tahun 2002 dan beliau pulalah yang merintis dan mengatur Pemerintahan serta Pembangunan di kelurahan Donggala Kodi. Kemudian pada tanggal 28 Desember 2002, beliau di gantikan oleh Bapak Usman M. Laumarang yang menjabat sampai dengan tanggal 10 Januari 2005, dan digantikan oleh Bapak Kapau Bauwo, S.Sos sampai sekarang
Kelurahan Donggala Kodi adalah salah satu Kelurahan yang ada di Kecamatan Palu Barat Kota Palu dengan luas wilayah 236,34 Ha yang secara topografi terdiri dari dataran dan perbukitan dengan wilayah yang cukup luas. Kelurahan Donggala Kodi dihuni penduduk 2,081 KK atau 8,152 Jiwa yang terdiri dari perempuan sebanyak 4,020 jiwa dan laki-laki sebanyak 4,132 jiwa. Jumlah RT 27 dan Jumlah RW 6
Kelurahan Donggala Kodi berbatasan dengan :
Sebelah Utara dengan Kelurahan Kabonena
Sebelah Timur dengan Kelurahan Kamonji
Sebelah Selatan dengan Kelurahan Balaroa
Sebelah Barat dengan Desa Daenggune dan Desa Kanuna Kec. Marawola
Kegiatan Ekonomi warga di bagian Barat yang mencakup wilayah RW 03 adalah usaha Pertanian Bawang Merah diareal tadah hujan sedangkan dibagian Timur yang meliputi beberapa RW kegiatan ekonomi meliputi bidang Perdagangan, Industri kecil dan jasa lainnya. Kondisi Lahan

1 Lahan Pemukiman 70,052
2 Lahan Pertanian 44,082
3 Lahan Perkebunan 38,375
4 Lahan Peternakan 4,131
5 Lahan Perindustrian 1,212
6 Lahan Perdagangan 2,322
7 Lahan Perkantoran Pemerintah 3,523
8 Lahan Perkantoran Swasta 4,319
9 Lahan Pendidikan 5,101
10 Lahan Kesehatan 4,121
11 Lahan Pemakaman 2,332
12 Lahan Fasilitas Olahraga 4,221
13 Lahan Peribadatan 4,207
15 Lahan Kosong 34,220
16 Lain-lain 14,122
Total 236,340 Ha
Kepadatan Penduduk 35/Ha
Sumber : Data Kelurahan Tahun 2009

b. Kondisi Sosial Masyarakat
Kondisi geografis yang terbagi menjadi 3 bagian maka penduduk Kelurahan Donggala Kodi diwilayah RW 03 adalah petani yang mayoritas penduduk asli sedangkan didaerah lainnya mayoritas adalah pedagang yang dilaksanakan oleh pendatang.
Diwilayah RW 03 dan Sebagian RW 01 merupakan kantong kemiskinan sedangkan diwilayah perdagangan masih banyak kaum urban miskin yang menetap diwilayah kelurahan Donggala Kodi
Data Kependudukan Kelurahan Donggala Kodi tersaji sebagai berikut :

Data Penduduk Kel. Donggala Kodi
1 Jumlah Penduduk 8,152 Jiwa
2 Jumlah KK 2,081 KK
3 Penduduk Perempuan 4,020 Jiwa
4 Penduduk Laki-laki 4,132 Jiwa
5 Jumlah Penganggur 124 Jiwa
6 Jumlah Keluarga Pra KS 129 KK
7 Jumlah Keluarga KS 1 613 KK
8 Keluarga Sejahtera (non) Pra KS 1,339 KK
Sumber : Data Kelurahan Tahun 2009

Data Penduduk Produktif/Angkatan Kerja Kel. Donggala Kodi
1 Penduduk Usia s/d 4 tahun 907 Jiwa
2 Penduduk Usia 5 s/d 9 tahun 808 Jiwa
3 Penduduk Usia 10 s/d 14 tahun 818 Jiwa
4 Penduduk Usia 15 s/d 19 tahun 936 Jiwa
5 Penduduk Usia 20 s/d 24 tahun 885 Jiwa
6 Penduduk Usia 25 s/d 29 tahun 751 Jiwa
7 Penduduk Usia 30 s/d 34 tahun 795 Jiwa
8 Penduduk Usia 34 s/d 39 tahun 720 Jiwa
9 Penduduk Usia 40 s/d 44 tahun 469 Jiwa
10 Penduduk Usia 45 s/d 49 tahun 366 Jiwa
11 Penduduk Usia 50 s/d 54 tahun 237 Jiwa
12 Penduduk Usia 55 s/d 59 tahun 175 Jiwa
13 Penduduk Usia 60 s/d 64 tahun 133 Jiwa
14 Penduduk Usia 65 tahun Keatas 152 Jiwa
Sumber : Data Kelurahan Tahun 2009

Jumlah Penduduk Miskin BPS Kel. Donggala Kodi
1 Sangat Miskin 81 KK
2 Hampir Miskin 217 KK
3 Miskin 105 KK
Sumber : Data BPS Tahun 2005

Jumlah Penduduk Miskin BKKBN Kel. Donggala Kodi
1 Pra Sejahtera 129 KK
2 Sejahtera 1 613 KK
3 Keluarga Sejahtera non Pra KS 1339 KK
Sumber : Data Kelurahan Tahun 2009

c. Perekonomian Masyarakat
Kegiatan ekonomi masyarakat yang heterogen diwilayah RW 03 merupakan lahan pertanian yang luas sehingga sebagian besar penduduk menjadi petani dan buruh tani sedangkan diwilayah RW 04 sebagai pusat perdagangan yang berdekatan dengan pasar tradisionil masyarakat dalam menjalani profesi perdagangan.

Mata pencaharian Penduduk Kel. Donggala Kodi
1 Petani Pemilik Lahan 268 Orang
2 Buruh Tani 129 Orang
3 Tukang Kayu 42 Orang
4 Tukang Batu 60 Orang
5 Buruh Bangunan 125 Orang
6 Pedagang Besar 12 Orang
7 Pedagang Kecil 88 Orang
8 Pengrajin 12 Orang
9 Guru 24 Orang
10 Tukang Ojek 26 Orang
11 Pegawai Negeri Sipil 375 Orang
12 TNI / Polri 23 Orang
13 Peternak 12 Orang
14 Penjahit 10 Orang
15 Montir 12 Orang
16 Dokter 3 Orang
17 Sopir 26 Orang
18 Tukang Becak 24 Orang
19 Pengusaha Kecil 25 1,867
20 Karyawan Swasta 214 15,982
21 Lain-lain 29 2,166
Sumber : Data Kelurahan Tahun 2009

Sarana Perdagangan Kel. Donggala Kodi
1 Pasar tradisionil 1
2 Rumah Toko 26
3 Toko 38
4 Kios 74
5 Warung 33
6 Koperasi 2
Sumber : Data Kelurahan Tahun 2009

Sarana Perindustrian Kel. Donggala Kodi
1 Industri sedang/Besar 2
2 Hotel/Losmen 1
3 Bengkel Motor 8
4 Bengkel Mobil 5
5 Bengkel Las 4
6 Industri Mebel 4
7 Industri Makanan 19
8 Tukang Cetak Batako 5
9 Penjahit 6
10 Tukang Foto 2
11 Salon Kecantikan/gunting Rambut 5
12 Reparasi TV/Radio 4
13 Percetakan 4
Sumber : Data Kelurahan Tahun 2009

d. Lembaga Kemasyarakatan
Organisasi / Lembaga Kemasyarakatan yang ada di Kelurahan Donggala Kodi dari mulai tingkat RT sampai dengan tingkat Kelurahan baik yang dibentuk berdasarkan peraturan Pemerintah atau Lembaga swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dalam bidang sosial dan Keagamaan. Keterlibatan penduduk Miskin dan Kaum Perempuan sangat signifikan mengingat Sumber Daya Manusia yang tersedia cukup banyak. Kader-kader Kesehatan, Posyandu, PKK serta Dasawisma dimotori oleh kaum perempuan
Dalam setiap pengambilan keputusan ditingkat kelurahan organisasi masyarakat tersebut dilibatkan dari sejak identifikasi masalah, perencanaan sampai dengan tahap pelaksanaan dan monitoring.

Lembaga Kemasyarakatan di Kel. Donggala Kodi
1 Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) 1
2 PKK 1
3 Karang Taruna 1
4 Majelis Taklim 3
5 Lembaga Swadaya Masyarakat 3
6 Kader Kesehatan Desa 24
7 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat 1
8 Lembaga Adat 2
Sumber : Data Kelurahan Tahun 2009

e. Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Anuntodea
BKM Anuntodea dibentuk melalui rembug Pembentukan BKM pada tanggal 15 April 2005 yang dihadiri oleh 87 Orang utusan warga hasil pemilihan ditingkat RT. Dalam rembug tersebut dibahas dan disepakati VIsi, Misi sebagaimana tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Visi BKM Anuntodea adalah “Melalui Keswadayaan Masyarakat kita Wujudkan Keluarga sejahtera yang mandiri” sedangkan misinya adalah :
1. Penguatan Kelembagaan Masyarakat
2. Peningkatan Pendapatan Keluarga
3. Pengembangan mutu Sumber Daya Manusia.
4. Pemenuhan Sarana dan Prasarana Lingkungan

Proses legalisasi BKM dilakukan oleh Notaris Anand Umar Adnan No. 07 tahun 25 tanggal 01 Juli 2005, Pada bulan Nopember tahun 2007 diadakan pemilihan kembali Pengurus BKM Anuntodea sesuai dengan amanah AD/ART
Sampai dengan tahun 2010, BKM Anuntodea telah mengadakan proses pemilihan pimpinan lembaga kolektif BKM sebanyak 3 kali, tahun 2005, 2007, 2009.

II. MENDORONG PERENCANAAN PARTISIPATIF DI KELURAHAN DONGGALA KODI OLEH BKM ANUNTODEA

a. Pendekatan dan berbagai Model Perencanaan Parsisipatif melalui musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kelurahan Donggala Kodi

Di kelurahan Dongggala Kodi Kec. Palu Barat Kegiatan Perencanaan tingkat kelurahan dilaksanakan setiap tahun sesuai kalender perencanaan pembangunan daerah Kota Palu yaitu di bulan Januari melalui musrenbang kelurahan,
BKM Anuntodea sebagai lembaga pimpinan Kolektif yang dipilih langsung oleh masyarakat, sesuai Surat Edaran Walikota Palu berperan aktif dan terlibat dalam setiap proses pelaksanaan hingga pengambilan keputusan, adapun mekanismenya diawali dengan pelaksanakan pra musrenbang ditingkat RT/RW dan beberapa kelompok pertemuan di masyarakat, untuk menjamin pemerataan informasi perencanaan yang mencakup seluruh kalangan, adapun beberapa informasi dan informasi dasar yang saling disinergikan adalah hasil kegiatan PS (Pemetaan Swadaya) dan RK (Refleksi Kemiskinan) melalui fasilitasi Program PNPM Mandiri Perkotaan, Adaupun berbagai kegiatan pengumpulan data dan informasi lainnya yang difasilitasi BKM Anuntodea dan relawan didukung oleh aparat pemerintah kelurahan setempat secara kolaboratif.
Mengenai hasil dari Musrenbang, fokus kegiatan dibagi atas 3 kelompok besar yaitu fisik prasarana, ekonomi dan sosial budaya. Mengenai sumber pembiayaan pelaksaan kegaitan yang direncanakan, dibagi pula menjadi 3 kelompok yaitu pertama dari pemerintah meliputi APBN dan APBD, kedua dari berbagai kegiatan pemberdayaan yang ada dikelurahan, dan yang ketiga dari berbagai kegiatan yang diinisiasi sendiri oleh pembiayaan dari kelompok masyarakat setempat.
Faktanya bahwa berbagai hasil musrenbang yang dapat diakomodir oleh dana APBD Kota Palu sangat minim, sehingga perencanaan yang telah disepakati harus dicarikan sumber dana lainnya, ruang inilah dimana BKM Anantodea Kel. Donggala Kodi bersama pemerintah kelurahan setempat berbagi peran untuk mensinergikan berbagai program yang ada agar hasil musrenbang tersebut benar-benar dapat dibiayai secara maksimal pada tingkat kelurahan.
Sejak berdirinya BKM Anuntodea beberapa program telah dilaksanakan oleh BKM antara lain :
• Program PNPM Mandiri Perkotaan Reguler
• Program Penanggulangan Kemiskinan Terpadu (Paket)
• Program NUSSP
• Program PPKKN
• Program Keseraian sosial Dinas Sosial Kota Palu
• Program Daerah Pemberdayaan Masyarakat (PDPM) Kota Palu
• Program PLPBK (ND)
• Program lainnya

Berbagai program perencanaan yang telah ada di kelurahan Donggala Kodi disusun serta sepakati oleh masyarakat, yang selanjutnya dituangkan dalam dokumen PJM Pronangkis dan RPJM Kelurahan. Setiap program yang masuk kekelurahan Dongala Kodi melalui rembug warga disepakati bahwa data PJM Pronangkis dan RPJM Kelurahan menjadi acuannya. Fungsi BKM Anuntodea sebagai Lembaga Masyarakat yang juga dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan. Dokumen PJM Pronangkis hasil Rembug Warga Kelurahan digandakan dan disebar luaskan melalui blog spot BKM Anuntodea
Beberapa pihak swasta yang terlibat dalam program dengan mengambil perencanaan dari PJM Pronangkis antara lain PT BFI Jakarta, Telkom Palu, PT Pagarsindo dan lainnya. Dalam kegiatan social sering dilibatkan untuk menambahan pendanaan program. Kelompok Pengusaha setempat terlibat dalam pendanaan dalam bentuk swadaya barang dan dana.

b. RPJM Kelurahan
RPJM Kelurahan Donggala Kodi yang dibuat oleh masyarakat untuk tahun 2010-2015 telah disepakati pada Musrenbang 2010. Pada tahun 2010 melalui Lembaga – lembaga yang ada di Kelurahan Forum Musrenbang di kolaborasikan dengan Rembuk Warga Tahunan (RWT), kegiatan bersama antara LPM dan BKM yang difsilitasi Lurah berlangsung selama 2 hari sejak tanggal 28 s/d 29 Januari 2010. Dalam Forum ini disepakati bahwa usulan kegiatan tahun anggaran 2011 melalui dana APBD Kota Palu untuk program-program yang menyangkut penanggulangan kemiskinan di sesuaikan dengan program yang ada dalam PJM Pronangkis BKM 2010-2013. Proses perencanaan selalu mengacu kepada hasil FGD Refleksi Kemiskinan (RK), Pemetaan Swadaya (PS), sebagai kegiatan pra musrembang di tingkat RT/RW hingga tingkat kelurahan yang difasilitasi oleh BKM Anuntodea dan relawan.
c. PJM Pronagkis BKM Anuntodea
Dalam perjalanan BKM Anuntodea telah 3 kali menyusun PJM Pronangkis sejak berdiri, yang terakhir adalah PJM Pronangkis tahun 2010-2013, dengan total kebutuhan dana Rp. 10.350.000.000. Proses yang diawali melalui Refleksi Kemiskinan, Pemetaan Swadaya melalui serangkaian FGD, Rembug ditingkat RT/RW dan Kelurahan dalam proses perencanaan tersebut hampir 70 % warga miskin terlibat.

III. REKOMENDASI KEBERLANJUTAN
• Diseminasi kebijakan Pemda terkait PJM Pronangkis sebagai dasar acuan penggalian kebutuhan dalam musrenbang
• Diseminasi Kebijakan Pemda yang berkelanjutan terkait dukungan terhadap BKM untuk terlibat aktif dalam Musrembang
• Dukungan komitmen Pemda melalui keberlanjutan Program Daerah Pemberdayaan Masyarakat (PDPM)
• Penguatan TKPD sebagai wadah untuk membangun sinergi program yang berkelanjutan
• Dukungan Pemda dalam membuka akses chaneling dengan pihak swasta
• Memaksimalkan keterlibatan SKPD dalam proses musrenbang di tingkat kelurahan dan kecamatan
• Dukungan Pemerintah Daerah untuk menjadikan PJM Pronangkis sebagai acuan dalam Review RPJM Kelurahan.
• Memaksimalkan forum-forum formal dan informal terkait perencanaan pembangunan daerah dengan melibatkan unsure SKPD, DPRD, BKM, LSM, dan stakeholder lainnya 

IV. PENUTUP
Dalam proses perencanaan partisipatif pembangunan di kelurahan Donggala Kodi yang dilaksanakan oleh BKM Anuntodea , menggunakan system kolaboratif dengan berbagai sumber kegiatan dan program yang ada diwilayah kelurahan Donggala Kodi. Sumber pembiayaan tersebut berasal dari pemerintah, swsata dan swadaya masyakat kelurahan setempat. Pemerintah kota palu sendiri sangat mendukung proses integrasi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan partisipatif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar