VISI BKM ANUNTODEA

"MEWUJUDKAN MASYARAKAT SEJAHTERA YANG MANDIRI DENGAN PENATAAN LINGKUNGAN YANG SEHAT DAN ASRI"



Jumat, 22 Januari 2010


PROFIL BKM

Nama BKM : ANUNTODEA
Kelurahan : Donggala Kodi
Kecamatan : Palu Barat
K o t a : P a l u
Propinsi : Sulawesi Tengah
SWK : VI


A. Kondisi Umum dan Geografis

Kelurahan Donggala Kodi Kecamatan Palu Barat Kota Palu Propinsi Sulawesi Tengah terbentuk berdasarkan UU No. 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa/Kelurahan yang ditindak lanjuti dengan peraturan Menteri Dalam Negeri No. 2 Tahun 1980 dan Peraturan Daerah Tingkat I Sulawesi Tengah No. 8 Tahun 1981, dimana Kepala Kelurahan Pertama pada saat itu adalah Bapak Djumadi Rampebibo yang menjabat dari tahun 1981 sampai dengan tahun 2002 dan beliau pulalah yang merintis dan mengatur Pemerintahan serta Pembangunan di kelurahan Donggala Kodi. Kemudian pada tanggal 28 Desember 2002, beliau di gantikan oleh Bapak Usman M. Laumarang yang menjabat sampai dengan tanggal 10 Januari 2005, dan digantikan oleh Bapak Kapau Bauwo, S.Sos sampai sekarang

B. Kondisi Demografis
Kelurahan Donggala Kodi adalah salah satu Kelurahan yang ada di Kecamatan Palu Barat Kota Palu dengan luas wilayah 290 Ha yang secara topografi terdiri dari dataran dan perbukitan dengan wilayah yang cukup luas. Kelurahan Donggala Kodi dihuni penduduk 1.425 KK atau 7156 Jiwa yang terdiri dari perempuan sebanyak 3.657 jiwa dan laki-laki sebanyak 3.499 jiwa. Jumlah RT 23 dan Jumlah RW 5.
Jumlah penduduk dewasa 2565 jiwa terdiri dari 1,268 jiwa laki-laki dan 1,297 perempuan
Jumlah penduduk miskin di kelurahan Donggala Kodi sesuai dengan hasil pemetaan Swadaya adalah : 852 KK ( 3,688 Jiwa)

Mata pencaharian Penduduk adalah sbb :
20 % sebagai Pegawai Negeri Sipil dan Anggota TNI Polri
28 % Sebagai Pegawai Swasta dan Jasa
20 % Sebagai Petani
27 % Sebagai Buruh
5 % Sebagai Pekerja lainnya

Kelurahan Donggala Kodi berbatasan dengan :
Sebelah Utara dengan Kelurahan Kabonena
Sebelah Timur dengan Kelurahan Kamonji
Sebelah Selatan dengan Kelurahan Balaroa 
Sebelah Barat dengan Desa Daenggune dan Desa Kanuna Kec. Marawola 

Kegiatan Ekonomi warga di bagian Barat yang mencakup wilayah RW 03 adalah usaha Pertanian Bawang Merah diareal tadah hujan sedangkan dibagian Timur yang meliputi beberapa RW kegiatan ekonomi meliputi bidang Perdagangan, Industri kecil dan jasa lainnya. Kondisi Lahan pada umumnya tandus kering berbatuan.

C. Proses Pembentukan BKM
 BKM Anuntodea dibentuk melalui rembug Pembentukan BKM pada tanggal 15 Aril 2005 yang dihadiri oleh 87 Orang. Dalam rembug tersebut dibahas dan disepakati VIsi, Misi sebagaimana tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Visi BKM Anuntodea adalah “Melalui Keswadayaan Masyarakat kita Wujudkan Keluarga sejahtera yang mandiri” sedangkan misinya adalah :
1. Penguatan Kelembagaan Masyarakat 
2. Peningkatan Pendapatan Keluarga
3. Pengembangan mutu Sumber Daya Manusia.
4. Pemenuhan sarana dan Prasarana Lingkungan

Dalam rembug tersebut juga terpilih 13 (tiga belas) orang sebagai anggota pimpinan kolektif BKM yang terdiri dari 9 Orang Pria dan 4 Orang Wanita yaitu ;
1. JOHNNY DJOHAN
2. MASRIFAIN, SPdi
3. Amin Suddin, Spd, MSi
4. Ir. Nursalim Pribudi
5. Zaitun Yanahu, AMa Pd
6. Sumiati, Ama Pd
7. Dahniar ST
8. Darmiati, SH
9. Dolf Rumbayan
10. Abdul Mukmin
11. Nurlin
12. Herman Wahid
13. Drs. Muh. Darwis
Kordinator BKM dipilih melalui voting tertutup oleh para anggota terp[ilih secara periodic (bergantian) karena setiap anggota BKM memiliki peluang yang sama sebagai Kordinator BKM. Saat ini Kordinator BKM dipegang oleh Johnny Djohan
BKM Anuntodea diakte Notariskan pada tanggal 01 Juli 2005 dengan Nomor akte No . 07 oleh Notasis Anand Umar Adnan SH. MH

Selanjutnya BKM memfasilitasi Rembug Penyepakatan dan Penetapan Perencanaan Jangka Menegah Program Penanggulangan Kemiskinan (PJM Pronangkis) untuk masa berlaku 3 tahun dan Rencana tahunan Program Penanggulangan kemiskinan (Renta Pronangkis) untuk jangka waktu sat tahunan. Adapun PJM pronangkis disepakati pada tanggal 28 Mei 2005



D. Tridaya dan Perkembangan KSM
Jumlah KSM terbentuk di Kelurahan Donggala Kodi hingga Januari 2006 secara keseluruhan sebanyak 84 dengan jumah anggota sebanyak 464 orang yang terdiri dari 224 Pria dan 240 wanita
Dana BLM yang dialokasikan dan telah didistribusikan di kelurahan Donggala Kodi ini sejumlah Rp. 250,000,000,-- (dua ratus lima puluh juta rupiah).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh panitia dan KSM bebasiskan PJM Pronangkis dalam bentuk Tridaya yaitu pembangunan Prasarana Lingkungan, Kegiatan Sosial dan Pengembangan Ekonomi Produktif.
1. Kegiatan Prasarana Lingkungan yang telah dilaksanakan sebanyak 7 jenis kegiatan yang terdiri dari :


E. Perkembangan BKM
Dalam penanggulangan kemiskinan, perkembangan BKM dapat ditinjau secara internal maupun secara eksternal. Secara Internal BKM dilihat dari fasilitasi dalam proses pemberdayaan masyarakat, sedangkan secara eksternal BKM dilihat pembangunan jaringan dengan pemerintah stake holder dan kelompok peduli.

E 1. Transparansi dan Akuntabilitas
BKM telah melaksanakan rembug tahunan dalam rangka pertanggung jawaban kinerja dan pelaksanaan amanah PJM Pronangkis kepada Masyarakat secara rutin. LPJ terakhir dilaksanakan pada tanggal 26 Mei 2006 dalam LPJ tersebut juga membacakan hasil audit dari Auditor Independent dengan kesimpulan penilaian cukup baik. Hasil Audit juga dibacakan dalam rembug warga tahunan. Papan Pengumuman dipasang diberbagai titik untuk memudahkan control masyarakat, yang terletak di mesjid RW 03 dan Kompleks RSU Anuta Pura serta disekretariat BKM Anuntodea.
Pertanggungan jawab BKM kepada Masyarakat juga diinformasikan kepada Pemerintah daerah dengan menyampaikan laporan rutin melalui Lurah Donggala Kodi dan PJOK Kecamatan Palu Barat.

E2. Lembaga-lembaga yang bermitra dengan BKM
Sebagai Konsekuensi dari organisasi Masyarakat Warga (Civil Society) BKM selain melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat kelurahan juga melakukan kegiatan pembangunan jaringan melalui kegiatan kemitraan Chanelling yang bermaksud untuk membagi peran (share) dalam penanggulangan kemiskinan telah dilakukanoleh BKM antara lain kegiatan penyaluran bea siswa bermitra dengan perusahaan pengolahan air minum Syariah, kegiatan ini dilaksanakan sejak tanggal 10 April 2006 hingga tanggal 20 Juni 2006 selain itu BKM juga bermitra dengan Dinas Kimpraswil Kota Palu dalam pembangunan Saluran air/drainase yang saat ini telah selesai dikerjakan dengan dana 460 juta rupiah 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar