VISI BKM ANUNTODEA

"MEWUJUDKAN MASYARAKAT SEJAHTERA YANG MANDIRI DENGAN PENATAAN LINGKUNGAN YANG SEHAT DAN ASRI"



Minggu, 31 Januari 2010

SINERGI MUSRENBANG DAN REMBUG WARGA KELURAHAN (RWK) KELURAHAN DONGGALA KODI


Pada tanggal 30-31 Januari 2010 atas kerjasama antara LPM Donggala Kodi dan BKM Anuntodea diadakan Sinergisitas antara Musrenbang dengan Rembug Warga Kelurahan (RWK). Pada kesempatan tersebut hadir Perwakilan dari Bappeda Kota Palu, Unsur SKPD dan dibuka oleh Camat Palu Barat yang diwakili oleh Kasi Pemerintahan (Bakti Mahi. Hi. Husen). Dalam sambutan sebelum pembukaan disampaikan bahwa perencanaan adalah faktor yang sangat penting untuk membuat program sehingga keberhasilan satu program tergantung dari perencanaan yang baik. “Kelurahan Donggala Kodi ini adalah sebuah contoh awal yang baik dimana dalam perencanaan melibatkan para ketua RT/RW, Lembaga Adat, Karang Taruna, PKK, PKBM Belota Pura serta didukung penuh oleh BKM Anuntodea serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat” ujar Bakti.
Setelah pemaparan oleh Bappeda dan SKPD tentang arah kebijakan program pemerintah kota Palu dilanjutkan dengan diskusi oleh peserta rembug dengan pembawa materi. Dalam diskusi yang cukup menarik terungkap bahwa alokasi dana pembangunan dari APBD hanya 20 % sedangkan sisanya adalah untuk gaji dan belanja pegawai. Hal inilah yang menjadi persoalan sehingga banyak usulan masyarakat tidak bisa diakomir oleh SKPD. “Pemerintah Kota sangat mengharapkan adanya program seperti PNPM Mandiri, NUSSP dll. Agar dapat mengurangi beban APBD” demikian ungkap Untung Mahmud dari Bappeda Kota Palu.
Setelah istirahat siang dilankutkan dengan pemaparan masyarakat tentang usulan untuk dijadikan dokumen musrenbang. Acara selanjutnya adalah Rembug Warga Kelurahan (RWK) yang dilakukan oleh BKM Anuntodea sebagai wujud pertanggung jawaban pengurus BKM periode 2007 – 2009 sebelum diadakan pemilihan kembali.
Dalam Laporan Pertanggung jawaban yang dibacakan langsung oleh Kordinator BKM didampingi pengurus BKM dihadapan sekitar 70 orang peserta memakan waktu hampir 90 menit. BKM Anuntodea memaparkan kegiatannya sejak tahun 2007 sampai dengan bulan Desember 2009. “Laporan ini sengaja kami buat untuk masyarakat walaupun secara rutin kami telah diaudit oleh Auditor Independen dan dana BLM telah diperiksa oleh BPKP bahkan Tim supervisi Bank Dunia” Ungkap Johnny Djohan.
Tepat Pukul 16.00 rapat ditunda untuk istirahat dan akan dilanjutkan pada pukul 19.30, Sebelum ditunda hasil keputusan Rembug membentuk 2 Komisi. Yaitu Komisi 1 yang akan membahas Penyusunan PJM Pronangkis dan Komisi 2 yang akan membahas Laporan Pertanggung Jawaban dan Pembentukan Panitia Pemilihan BKM periode 2010-2012.
Tepat pukul 20.00 rembug lanjutan dimulai dan acara pertama adalah pemilihan ketua Komisi. Komisi 1 dipimpin oleh Bapak Drs, Abdullah Tanjegau, sedangkan Komisi 2 dipimpin oleh Bapak Yude Ali, S Sos.
Setelah rapat Komisi diadakan selama 3 jam, tepat pada pukul 23.00 dimulai Rapat Pleno untuk penetapan hasil kerja Komisi. Dalam Laporannya Komisi 1 akan melanjutkan kerjanya dengan membentuk Pokja Penyusunan PJM Pronangkis dan sebagai draff adalah usulan usulan yang telah dibahas. Penyempurnaan program akan dilanjutkan pada hari minggu tanggal 31 Januari 2010. Dari Komisi 2 telah direkomendasikan untuk menerima Laporan Pertanggung jawaban BKM Periode 2007 – 2009 dan sekaligus membentuk Panitia Pemilihan BKM yang terdiri dari 3 Pokja yaitu Pokja Pemilihan, Pokja anggaran Dasar, Pokja Pemantau. Rapat Lanjutan Pokja akan dilaksanakan pada tanggal 2 Februari 2010 oleh Panitia untuk penetapan jadwal Pemilihan. Rekomendasi dari masing masing komisi telah diterima oleh Rapat Pleno.
Acara tersebut tepat pukul 24.00 ditutup oleh Lurah Donggala Kodi. “walaupun belum selesai acara pembahasan tapi substansi program sudah didapat. Mengingat esok hari kita masih akan bekerja, maka diharapkan kepada yang telah ditetapkan menjadi tim perumus dapat bekerja dengan baik” demikian disampaikan oleh Kapau Bauwo, S Sos selaku Kepala Kelurahan Donggala Kodi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar